Suasana Kedatangan Alumni
Puluhan ribu warga, Kamis malam, memenuhi Ponpes Miftahul Huda, Manonjaya, Kab. Tasikmalaya. Mereka terdiri alumni dan santri pesantren tersebut, menghadiri reuni akbar ke XXXIV Ponpes Miftahul Huda tahun 2012. Tergabung dalam himpunan alumni Miftahul Huda (Hamida), kehadiran alumni sarat kemeriahan dan gema, di sekitar lokasi yang tampak sejak beberapa kilo meter sebelum memasuki kompleks pesantren.

Kemeriahan terasa sejak siang yang tampak makin bertambah memasuki sore, apalagi saat acara yang digelar selepas Isya. Jika dibanding tahun sebelumnya, reuni akbar kali ini terlihat lebih meriah. Selain didatangi ribuan alumni, juga dihadiri sekalangan petinggi, seperti Gubernur Jabar, H. Ahmad Heryawan, mantan Menteri Perumahan Rakya, Ir. Suharso Manoharpa, Wali Kota Tasikmalaya, H. Budi Budiman beserta wakilnya Ir, H. Dede Sudrajat, Sekda Kab. Tasikmalaya, H.Abdul Qodir, dan tentunya KH. Asep Maoshul Affandi, anggota DPR RI yang juga pimpinan umum Ponpes Miftahul Huda.

Diperingati tiap 1 Muharram, reuni akbar 1434/2012, kemudian ditandai teleconfrence menteri BUMN, Dahlan Iskan, dengan hadirin. Dalam teleconference itu, Dahlan memuji efisiensi/efektivitas Miftahul Huda dalam mendidik santrinya. Menurut Dahlan, pola pendidikan di ponpes ini tidak sekadar mengajari santri sebatas tahu, melainkan sampai benar-benar tahu bagaimana mengerjakan sesuatu.

KH. Kun Kun Junaedi, sekjen Hamida, ketika ditanya Tasikplus di sela kegiatan menerangkan, inti acara reuni tak lain mempererat tali silaturahmi antar-alumni. Kecuali itu, jadik momentum sharing oleh lebih dari dua ribu pimpinan ponpes cabang Miftahul Huda yang tersebar hampir di seluruh pulau di Indonesia, mulai Jawa, Sumatera, Kalimantan dan lainnya.

"Mengusung kedaulatan umat (Hamida), dengan sasaran timbul sinergitas antarsesama Hamida, khususnya dalam mengelola/pengembangan Ponpes Miftahul Huda, melatar belakangi reuni akbar ini," ungkap KH. Kun Kun.

Melengkapi semarak itu, tutur Kun Kun, sejak hari Senin, sejumlah rangkaian kegiatan digelar, kebanyakan terdiri lomba-lomba seperti lomba pidato, cerdas cermat dan yang lainnya. Pokok acara alumni sendiri berakhir Jum'at kemarin, ditandai wisuda 135 santri jenjang ma'hadul'aly (setara perguruan tinggi) Miftahul Huda.
---
Sumber: Tasikplus


Lupa adalah suatu kewajaran bagi manusia. Demikian pula dalam menghafalkan Alquran. Dalam suatu diskusi dengan seorang ustad, saya menanyakan perihal banyaknya orang yang enggan menghafal Al-Qur’an dengan alasan takut lupa.

Ustad tersebut tersenyum dan menjawab,”Orang yang takut menghafal karena takut lupa dianalogikan seperti orang yang tidak mau memiliki uang karena takut hilang. Dia tidak akan pernah kehilangan uang tetapi juga tidak pernah merasakan nikmatnya memiliki uang.”
Lupa ibarat “sms” dari Alquran yang sedang rindu untuk kita baca. Lupa ayat Alquran sejatinya merupakan peringatan kepada kita untuk selalu mengulang dan tidak pernah berhenti mengulang. Lupa adalah “pengikat” antara seseorang dengan Alquran. Demikianlah faedah lupa.

Semakin sering lupa semakin sering kita mengulang Alquran. Semakin sering mengulang, semakin sering kita membaca Alquran. Dengan frekuensi yang semakin sering ”dekat” dengan Alquran, maka Insya Allah rasa cinta terhadap Alquran semakin bersemi.

Semoga dengan demikian, Allah menyingkap rahasia ilmu Alquran yang luar biasa. M Quraisy Shihab dalam pengantarnya di Buku "Membumikan Alquran menuliskan ucapan Al-Mawdudi, “Untuk mengantarkanmu mengetahui rahasia ayat Alquran, tidaklah cukup kau membacanya empat kali sehari.”

Maka semestinya ketika Alquran mengirimkan sinyal “rindu” berupa lupa, kita segera menjawabnya. Kita melakukan usaha untuk menjaganya. Amalan mujarab dari Rasulullah saw yang diberikan kepada ‘Ali bin Abi Thalib mungkin dapat kita coba.

Suatu ketika Ali ra mengeluhkan tentang hafalannya yang sering hilang. Ali ra berkata,” Ya Rasulullah , aku korbankan ibu dan ayahku atas engkau. Aku mencoba menghafal Alquran tetapi selalu lupa dan hilang dari ingatanku.”

Beliau Saw bersabda,”Akan aku ajarkan kepadamu satu cara yang bermanfaat bagimu dan apa yang kamu adukan, sehingga apa saja yang kamu pelajari akan terpelihara dalam ingatanmu.”
Kemudian Beliau bersabda, ”Jika malam Jumat tiba, bangunlah pada akhir malam. Pada saat itu adalah waktu yang sangat baik. Ketika itu malaikat turun dan doa-doa dikabulkan secara khusus oleh Allah.''

''Jika kamu sulit bangun pada waktu itu, maka bangunlah pada pertengahan malam, Jika pada waktu itupun kamu sulit bangun maka bangunlah pada permulaan malam. Dan shalatlah empat rakaat . Bacalah surah Yasin setelah membaca Al-Fatihah pada rakaat pertama. Rakaat kedua setelah Al-Fatikhah bacalah Surat Ad-dukhan. Rakaat ketiga setelah Al-Fatikhah bacalah surat As-sajdah. Pada raka’at keempat setelah Al-Fatikhah bacalah surat Al-Mulk.''

''Setelah selesai membaca Tahiyyat, perbanyaklah memuji Allah swt, lalu kirimkanlah shalawat dan pujian kepadaku. Juga kirimkanlah shalawat kepada nabi dan kaum mu’min. Dan kepada saudara seiman yang sudah meninggal dunia. Mohonkanlah ampunan untuk mereka. Setelah itu bacalah doa ini. (Rasulullah memberikan doa yang cukup panjang. Untuk lebih lengkap dapat dilihat pada kitab Fadhailul A’mal : 636 atau browsing internet “hadist memperkuat hafalan”).''

Kemudian Nabi bersabda, ”Wahai Ali, kerjakanlah ini selama tiga, lima, atau tujuh Jumat. Insya Allah doamu akan dikabulkan Allah Swt. Aku bersumpah dengan Nama-Nya yang menjadikan aku sebagai nabi, bahwa doa setiap mu’min tidak akan dibiarkan tanpa dikabulkan.”

Ibnu Abbas ra meriwayatkan setelah lima atau tujuh Jumat, Ali ra datang kepada Rasulullah saw dan berkata,” Ya Rasulullah, dulu aku menghafal kurang dari empat ayat, itu pun tidak lama berada dalam ingatanku. Sekarang aku dapat menghafal empat puluh ayat dan aku mengingatnya dengan mudah. Seolah Alquran dibukakan di depanku. Dulu, jika mendengar hadis dibacakan aku kesulitan untuk mengulangnya. Tapi sekarang, jika mendengar hadis lalu meriwayatkan kepada orang lain, aku mampu meriwayatkannya tanpa tertinggal satu huruf pun.”

Subhanallah, semoga kita diberi kekuatan untuk menghafal Alquran. Amin.

Redaktur : Heri Ruslan. Sumber : Republika


Hadirin...
Syaikh Ibnu 'Athoillah adalah seorang yang diberikelebihan berupa karomah oleh Alloh. Salah satu Sufi Besar yang hingga sekarang namanya tetap harum melalui karya-karyanya.
Salah satu karya beliau dalam kitab hikam :

اِدْفِنْ وُجُوْدَكَ فِى أَرضِ الخُلُولِ فَمَا نَبَتَ مِمَّا لَم يُدْفَنْ لاَيَتِمُّ نَتَاجُهُ

Tanamkanlah wujudmu ke dalam bumi yang tersembunyi karena yang tumbuh dari sesuatu yang tak ditanam itu tak akan sempurna hasilnya.

Pepatah ini mengarahkan pandangan kita kepada keikhlasan. Ikhlas menjadi kekuatan yang menghalau kepentingan pribadi. Bila kepentingan diri sendiri dapat kita tundukkan, barulah akan muncul keikhlasan.

Hikmah ini pun mengajak kita menyelami persoalan hakikat diri kita sendiri. Kita diciptakan dari tanah, maka kembalikan ia (jasad) pada tanah, jasad harus diibaratkan sebagai tanah supaya ia tidak mengenakan tipu dayanya. Apabila kita sudah dapat menyekat pengaruh jasad maka kita hadapi pula ruh kita. Ruh datangnya dari Alloh, karena ruh adalah urusan Alloh maka kembalikan ia kepada Alloh. Apabila seorang hamba itu sudah tak terikat lagi dengan jasad dan ruhnya maka jadilah dia sebuah wadah yang siap diisi dengan apa yang telah ditentukan Alloh.

Pada awal perjalanan, seorang pengembara kerohanian membawa bersama-samanya sifat-sifat basyariah serta kesadaran terhadap dirinya dan alam nyata. Dia dikawal oleh kehendaknya, pemikirannya, cita-citanya, angan-angannya dan lain-lain. Alam sekitarnya seperti galian, tumbuhan dan hewan turut mempengaruhinya. Latihan kerohanian menghancurkan sifat-sifat yang keji dan memutuskan rantaian pengaruh alam sekitarnya.

Hadirin...
Jika kalimat tadi kita perhatikan, dapat dilihat bahwa hijab nafsu dan akal-lah yang membungkus hati sehingga kebenaran tidak kelihatan. Akal yang ditutupi oleh kegelapan nafsu, yaitu akal yang tidak menerima pancaran nur, tunduk kepada perintah nafsu. Nafsu tidak pernah kenyang dan akal senantiasa ada jawaban dan alasan. Hujah akal menjadi benteng yang kukuh buat nafsu bersembunyi. Kita jangan memandang enteng kepada kekuatan nafsu dalam menguasai akal dan panca indera.

Dalam surat al-Furqaan ayat 43-44 telah memberi peringatan mengenainya yang artinya :
Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya. Maka Apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?!, atau Apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami?! mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu).

Menundukkan nafsu bukanlah pekerjaan yang mudah. Seseorang itu perlu kembali kepada hatinya, bukan akalnya. Hati tidak akan berbohong dengan diri sendiri sekalipun akal menutupi kebenaran atas perintah nafsu. Kekuatan hati adalah ikhlas. Maksud ikhlas yang sebenarnya adalah :
Katakanlah : Sesungguhnya sembahyangku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Alloh yang mengurusi semesta alam.

Dalam ikhlas tidak ada kepentingan diri. Semuanya karena Alloh semata. Selagi kepentingan diri tidak ditanam dalam bumi maka keikhlasan pun tidak akan tumbuh dengan baik. Ia menjadi sempurna apabila wujud diri itu sendiri ditanamkan. Bumi tempat menanamnya adalah bumi yang tersembunyi, jauh daripada perhatian orang lain. Ia adalah umpama kubur yang tidak bertanda.

Hadirin,
Dengan mengubur hawa nafsu kita semoga senantiasa Alloh memberi keikhlasan dalam melakukan berbagai tugas yang telah Alloh amanatkan kepada kita.

Miftahul Huda

{picture#https://scontent.fcgk9-1.fna.fbcdn.net/v/t1.0-9/22555265_10155045104696662_7683761940892936903_n.jpg?_nc_cat=102&_nc_eui2=AeF68pIuZ8SjsJQHpgPg4-NbdF-3IDs8XdgyZphLykWdGgvFmr9f8U0k_g0j7z9ZnpUxvBx_SG77cnerBYPY59WPiDc8TjKxlIkEMTfh_l6J4g&_nc_oc=AQkRsFmL6xMWGMc5K8AXSfkPWKatFR6FTo-nNIhFNlBe7YaZ2h0g_VK3oH3M2Jno9ZU&_nc_ht=scontent.fcgk9-1.fna&oh=749b8223d2672cfad3c3f0333c8fc986&oe=5DBC3EAE} Admin Pondok Pesantren Miftahul Huda {facebook#https://www.facebook.com/miftahul.huda.pusat/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCn0seHUcRDxGOXbUj1MqlQA} {instagram#https://www.instagram.com/miftahulhudapusat/}
Diberdayakan oleh Blogger.